Apa Itu Ngonoo?


Written on 16 April 2012 – 13:58 | by mujisas

Perkembangan teknologi informasi yang kian pesat hingga detik ini tak lepas dari tanggung jawab internet. Terlebih kehadiran social media seperti Facebook, Twitter, dan blog. Ketiganya menyumbang begitu banyak informasi, sehingga hampir semua pengakses internet bisa mengetahui informasi apa saja yang sedang terjadi detik ini juga.

Internet juga menyempitkan ruang dan waktu. Semua yang ada di dunia bisa kita dapatkan layaknya udara yang kita hirup. Nah, membicarakan tentang internet dan teknologi informasi. Kali ini saya ingin berbagi tentang sebuah situs informasi yang secara tidak langsung turut serta menyebarkan informasi yang dibutuhkan khalayak ramai. Situs tersebut bernama Ngonoo.

Mengutip dari situs resminya di http://ngonoo.com, NGONOO adalah Komunitas Media yang memberikan informasi tentang Social Media dan Tips Trik Online. Kami akan berbagi segala hal yang memudahkan kita dalam melakukan dan menikmati sesuatu dalam kehidupan era digital seperti saat ini.

Informasi dan tutorial yang kami sajikan dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami oleh siapa saja. Kontributor NGONOO adalah para blogger yang biasa menulis dan berbagi tentang tren pergaulan online, teknologi dan gadget terkini.

Jika melihat dari keterangan tersebut, bisa dipastikan Ngonoo adalah situs yang berisi informasi tentang aktivitas online yang sekarang menjadi gaya hidup kebanyakan dari kita sehari-hari. Terutama yang ingin, sedang, atau sudah eksis di internet. Terlebih di social media. Tak ketinggalan tips dan trik yang berhubungan dengan saya sendiri sangat menyukai hal tersebut.

Ngonoo sendiri berbasis blog yang postingannya diisi oleh para kontributor yang kebanyakan berprofesi sebagai blogger. Salah satunya yang tidak asing di telinga saya adalah Nurudin Jauhari. Layaknya sebuah blog, tulisan-tulisan di Ngonoo dibagi menjadi beberapa kategori, diantaranya adalah Social Media, Tekno & Gadget, Hiburan, Blogging, Tips & Trik, Foto & Video, dll. Semuanya dikemas menjadi tulisan yang enak dibaca dan dipraktikkan.

Namun, Ngonoo tidaklah sendiri di bidang ini. Banyak sekali situs-situs yang menyuguhkan informasi-informasi serupa. Contoh yang paling kelihatan adalah detikINET yang merupakan situs teknologi informasi terbesar saat ini. Di bawah naungan Detikcom, tentu saja detikINET lebih dikenal khalayakdalam hal ini pengguna internet.

Selain itu ada situs-situs berita online lain yang menyuguhkan menu teknologi di setiap situsnya. Kompas.com misalnya, situs koran terbesar di Indonesia tersebut juga menyuguhkan menu teknologi yang bisa diakses melalui tekno.kompas.com. Ada juga TeknoUp dan Jeruknipis.com. Untuk jeruknipis.com malah sudah menjadi kontributor tetap di detikINET. Situs lainnya seperti vivanews dan okezone juga menyuguhkan hal serupa.

Meski banyak saingan, layaknya semua makhluk di dunia, Ngonoo mempunyai keunikan tersendiri yang membuatnya berbeda dibanding situs lain tersebut. Selanjutnya akan saya bagikan kelebihan dan kekurangan Ngonoo menurut pandangan saya pribadi. Saya juga akan menyuguhkan saran untuk Ngonoo agar bisa bersaing dan lebih berkembang lagi.

Kelebihan

Pertama, Ngonoo yang berbentuk blog tentu saja memiliki kelebihan dari sisi interaksi dengan para pengunjungnya di kolom komentar. Meski di situs semacam detikINET juga menyediakan kolom komentar, tetapi sangat berbeda dengan Ngonoo yang mampu menghubungkan antara pembaca/pengunjung dengan si penulis posting atau artikel di situs Ngonoo. Sehingga pengunjung dan kontributor tulisan bisa saling berinteraksi untuk menambah kelengkapan atau menanyakan tentang artikel yang mungkin saja masih belum jelas di mata pengunjung.

Kedua, artikel yang disuguhkan tidak hanya sekadar informasi satu arah. Namun juga dilengkapi dengan berbagai atribut seperti gambar atau link rujukan, sehingga artikel yang berupa tips dan trik misalnya bisa lebih jelas dan mudah dimengerti.

Kelebihan yang ketiga adalah dari sisi kontributornya yang sudah berpengalaman di bidang masing-masing, terutama di bidang teknologi informasi yang merupakan tema yang diusung oleh Ngonoo. Sebut saja Nurudin Jauhari yang sudah malang-melintang di dunia blog dan theme wordpress.

Sedangkan kelebihan keempat dan yang paling saya suka adalah adanya posting berupa REKAP NGONOO Minggu ini yang berisi kumpulan posting atau artikel yang dipublish selama seminggu sebelumnya. Hal ini tentu saja memudahkan pengunjung/pembaca untuk menelusuri postingan-postingan apa saja yang sudah lalu dan mungkin saja terlewatkan. Jadi pengunjung tidak perlu susah-susah mengeklik navigasi penunjuk posting sebelumnya.

Kekurangan

Semoga saja ini hanya ada di pikiran saya saja. Pertama, saya merasa sedikit terganggu dengan adanya link related post yang diberi title Baca juga di tengah-tengah artikel. Menurut hemat saya hal itu sudah tersedia di menu Related Post di bawah profil penulis/kontributor artikel. Jadi related post yang ada di tengah itu kurang begitu diperlukan, karena kadang saya tidak sengaja mengeklik link tersebut yang menyebabkan saya harus berpindah halaman atau tab browser.

Kedua, semoga saja hanya satu. Saya pernah mendapati artikel yang tata bahasanya kurang tertata dan malah membuat saya kesulitan memahami artikel tersebut. Saya mengira kejadian ini dikarenakan artikel ditranslate dari bahasa asing yang mungkin menggunakan bantuan Google Translate. Seperti yang sudah kita ketahui, Google Translate belum sepenuhnya benar dalam mentranslate bahasa asing ke bahasa Indonesia. Sehingga membuat artikel yang seharusnya informatif menjadi kurang bagus karena tata bahasanya kurang bisa dimengerti.

Saran

Menindaklanjuti kekurangan atau kritik yang saya sebutkan di atas. Saya ingin berbagi saran untuk Ngonoo agar menjadi situs berbagi informasai yang terus berkembang menuju situs informasi nomor satu di Indonesia dan bisa mengejar pesaing-pesaingnya.

Kali pertama orang menilai sesuatu adalah dari fisik atau tampilannya. Saran saya yang pertama, ada baiknya tampilan situs Ngonoo dikurangi gambar thumbnailnya. Agar bagi pengunjung yang akses internetnya rendah tidak kelamaan menunggu karena situs terlalu lama me-loud gambar. Terutama menu di bawah FRESH INFO dan di menu RECENT POST, POPULAR POST, serta LATEST COMMENTS. Menurut saya cukup dengan link saja.

Kedua, mungkin saran ini bisa dipertimbangkan juga. Melihat fenomena aktivitas online saat ini kebanyakan diakses secara mobile melalui ponsel. Mungkin Ngonoo bisa membuat situs Ngonoo versi mobile (semoga saja sudah) dan membuat aplikasi mobile yang khusus bisa diakses melalui smartphone seperti iPhone, Android, BlackBerry, maupun Windows Phone. Hal ini sudah dilakukan oleh TeknoUp dan detikINET.

Sepertinya ini saja uneg-uneg saya mengenai situs berbagi informasi Ngonoo. Semoga kedepannya Ngonoo semakin maju dan informatif.

Tags: , , , ,

Internet yang Saya Kagumi


Written on 18 Maret 2012 – 21:16 | by mujisas

Awal mulanya saya kurang begitu paham tentang mata kuliah Sistem Informasi Manajemen yang diampu oleh Pak Tyas. Namun, setelah menginjak bab tentang internet, lambat laun saya menikmati dan mulai memahami bagaimana dan apa sebenarnya SIM itu. Terlebih setelah mengetahui bahwa SIM bisa diterapkan dalam bidang pendidikan.

Saya selaku guru yang memiliki minat besar di bidang teknologi informasi, tentunya ini menjadi sangat penting dan mampu mendorong saya untuk menemukan ide-ide segar tentang pendidikan yang memanfaatkan teknologi informasi khususnya internet. Saya tertarik pada internet sudah sejak 2005 lalu.
Awal mulanya karena blog. Bahkan dulu sempat muncul pemikiran melakukan pembelajaran melalui blog. Akan tetapi hal itu tak terwujud karena masih terbatasnya akses internet di sekolah tempat saya mengajar.

Siswa-siswinya pun hanya bisa mengakses internet di sekolah. Itu pun harus mengantre alias bergantian dengan mapel lain yang lebih membutuhkan akses internet. Sempat juga terpikir untuk menfaatkan media sosial seperti Facebook dan Twitter untuk menunjang pembelajaran. Namun lagi-lagi terkendala karena keterbatasan internet bagi siswa.

Selain blog dan media sosial, hal lain yang membuat saya tertarik dengan internet adalah embel-embel E seperti e-democracy, e-commerce, e-government, e-learning, dan lain-lain. Saya yakin bahwa jika pemerintah mau menggalakkan dan menyebarluaskan akses internet, tentunya akan banyak ide-ide kreatif para pendidik dalam meningkatkan mutu pendidikan.

Salah satu yang sedang hangat dibicarakan adalah Indonesia Mengajar yang merekrut para pengajar untuk mengajar di daerah-daerah terpencil se-Indonesia. Perekrutannya pun melalui internet di IndonesiaMengajar.Org. selain itu ada aksiguru.org dan Indonesiaeducate.org. Semuanya memanfaatkan internet untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia.

Semoga dengan adanya internet, mutu pendidikan dan bidang-bidang lainnya bisa meningkat. Sebagai contoh yang dilakukan Pak Tyas dengan membuat e-gamelan, tentunya juga patut diacungi jempol. Secara tidak langsung hal itu sangat bermanfaat abgi kelangsungan kebudayaan kita yang lebih sering dihargai oleh orang luar ketimbang bangsa sendiri.

Tags: ,

Sistem Informasi Manajemen di Bidang Pendidikan


Written on 18 Maret 2012 – 20:41 | by mujisas

Sekolah atau lembaga pendidikan tentunya tak bisa lari dari yang namanya manajemen. Layaknya sebuah perusahaan, sekolah atau lembaga pendidikan mempunyai pimpinan, karyawan, pelanggan, serta produk yang dijual atau dihasilkan. Tentunya semua itu memerlukan manajemen yang baik, terarah, dan terencana. Sehingga tidak akan timbul kemunduran atau bahkan berhentinya pengoperasian perusahan tersebut, yang dalam hal ini adalah sekolah.

Dewasa ini, teknologi informasi berkembang pesat. Hal itu ternyata juga berdampak pada manajemen perusahaan tak terkecuali sekolah. Banyak sekolah yang sudah memanfaatkan teknologi informasi dalam manajemennya. Sehingga sekarang ini banyak sekolah yang sudah menerapkan Sistem Informasi Manajemen dalam lembaganya.

Tapi tidak semua sekolah menerapkan SIM dalam manajemennya. Hal itu karena masih terbatasnya akses internet di sekolah tersebut. Sekadar pengetahuan saja, SIM untuk pendidikan bisa dibagi menjadi beberapa manajemen, seperti:
1. Data Akuntansi/Keuangan
2. Data Kepegawaian
3. Data Akademik/Kurikulum
4. Proses KBM melalui pendekatan Student Centered Learning melalui e-Learning
5. Data perpustakaan

Kelima hal itu saling terkait dan semua warga atau orang-orang yang terlibat dalam sekolah tersebut bisa mengakses beberapa manajemen di atas sesuai dengan hak dan kewajibannya masing-masing. Warga tersebut adalah Kepala Sekolah, Guru, Staf (Karyawan dan TU), Siswa, dan Wali Murid.

Untuk lebih jelasnya bisa dilihat dalam bagan di bawah ini:
SIM Pendidikan

Keterangan:
1. Data Akademik/Kurikulum
- Tingkat kelulusan, Jumlah Siswa, Jumlah Guru dan Karyawan
2. Data Akademik/Kurikulum, Keuangan, Kepegawaian, Proses KBM, Perpustakaan
- Kesiapan perangkat pembelajaran, pemasukan dan pengeluaran, data guru, dll.
3. Data Akademik/Kurikulum, Proses KBM, Perpustakaan
- Perangkat pembelajaran, Jumlah siswa, Jumlah kelas, Ketersediaan Buku.
4. Data Keuangan, Proses KBM, Akademik/Kurikulum
- SPP, Iuran, Media pembelajaran, Kurikulum.
5. Data Akademik/Kurikulum, Proses KBM, Keuangan
- Biaya pendaftaran, Media pembelajaran.
6. Proses KBM, Perpustakaan, Keuangan
- Guru pengampu, Ketersediaan buku, SPP dan iuran lain.
7. Data Keuangan, Kepegawaian, Kurikulum, Proses KBM, Perpustakaan
- Pemasukan dan pengeluaran, Gaji, Perangkat pembelajaran, Media, Buku.

Tags: , ,

Hati Itu Hanya Ada Satu


Written on 25 Februari 2012 – 22:53 | by mujisas

Kita semua tahu bahwa Nabi Muhammad memiliki sembilan istri. Pasti banyak yang bilang, “Lho, bukannya dalam Islam hanya diperbolehkan memiliki istri tak lebih dari empat?” Ya, memang benar. “Tapi, kenapa Nabi memiliki sembilan istri?” Itu hanya jumlah keseluruhan saja. Nabi semasa hidupnya, tak pernah memiliki istri lebih dari empat. Kesembilan perempuan itu mempunyai masa sendiri-sendiri ketika menjadi istri Nabi.

Sebenarnya kalau kita mau menelaah lebih dalam. Sebenarnya cinta Nabi Muhammad itu hanya satu, yakni hanya kepada Siti Khadijah. Dialah cinta sejati Nabi Muhammad. Nabi memiliki sembilan istri bukan sepenuhnya karena cinta, layaknya cintanya kepada Khadijah. Nabi menikahi kedelapan istri yang lainnya karena ada sebab musababnya. Dan semua itu karena perintah Allah.

Siti Aisyah saja sampai cemburu kepada Khadijah. Meski ketika itu Khadijah sudah tiada. Tapi cinta Nabi kepada Khadijah tak pernah padam.

Mungkin dengan kisah ini, kita bisa mengambil kesimpulan bahwa cinta itu selalu berhubungan dengan hati. Dan kita semua tahu bahwa hati itu ada satu. Coba bayangkan jika hatimu yang hanya ada satu itu kau bagi-bagikan? Bukan cinta yang akan kita dapat. Justru hati yang patah yang akan kita dapatkan.

Mari kita jaga hati kita ini untuk menyambut satu-satunya cinta yang sudah ditakdirkan untuk kita.

Tags: , ,

Cinta Buta yang Melemahkan Logika


Written on 15 Februari 2012 – 20:05 | by mujisas

Sepintas judul yang saya ambil untuk postingan kali ini mirip dengan pernyataan Mario Teguh yang dilontarkan di Facebook beberapa waktu yang telah lalu. Kalau tak salah ingat, bunyi dari pernyataan itu adalah Cinta itu Tidak Buta, tetapi Melemahkan Logika. Yah, kalau kita telaah lebih dalam, pernyataan motivator super tersebut ada benarnya. Sebenarnya cinta itu tidak buta, yang menjadikannya buta karena si empunya cinta tidak atau sedikit menggunakan logika ketika dilanda asmara.

Apapun dilakukan untuk mendapat atau mempertahankan perasaan cinta mereka rasakan. Di sini, saya akan membicarakan cinta. Dan saya yakin bahwa cinta yang saya bicarakan ini benar-benar buta. Dan lebih parahnya lagi, sampai-sampai melemahkan logika. Dan hampir semua kalangan mengalami cinta yang saya maksud ini. Tidak pandang bulu, istilahnya. Hampir semua warga Indonesia. Dan jika saya tidak mengingat bahwa cinta, dalam hakikat yang sebenarnya, tidak bisa diperjualbelikan. Cinta ini bisa disebut laris di Indonesia.

Pertama, saya ambil dari golongan atau lingkungan keluarga. Kita seringkali melihat ada seorang anak kecil yang merengek minta ini itu kepada orangtuanya. Sepintas itu wajar-wajar saja. Tetapi kalau permintaan mereka sering dituruti orangtuanya, tentunya hal itu akan berdampak pada mental anak tersebut. Anak itu akan cenderung manja, egois, dan menghalalkan segala cara agar keinginannya dipenuhi orangtuanya. Mulai dari menangis, memukul-mukul alias mengamuk.

Dan kita tahu, dalih orangtuanya adalah yang penting anak seneng. Mereka akan bilang, “Bukankah semua yang kami punyai semata-mata untuk anak?” Yah, disebut apalagi sikap mereka ini kalau bukan cinta buta yang melemahkan logika?

Kedua, saya ambil dari anak-anak sekolah terutama mereka yang setingkat SMA. Kalau tidak salah ingat, tahun 2010, sehari setelah hasil UN diumumkan, di Jakarta ditemukan kondom bekas berserakan di mana-mana. Terutama di taman-taman yang seringkali dipakai untuk mojok atau pacaran. Mereka, terutama yang perempuan, rela memberikan kesucian mereka kepada laki-laki, yang mereka sebut pacar, yang belum tentu menjadi suaminya. Mereka hanya berpikir “yang penting nggak hamil”. Zaman sudah berubah, saatnya Indonesia juga berubah. Itu dalih mereka. Kebebasan. Mau jadi apa negara ini kalau generasi penerusnya seperti itu? Bahkan ada yang memakai alasan yang benar-benar tidak logis, “Soalnya dia punya mobil.” Aduh.

Ketiga, dari awal saya sudah menyebut semua golongan. Tentu saja golongan satu ini tidak akan ketinggalan. Siapa lagi kalau bukan artis. Seperti yang sudah umum kita ketahui. Nikah cerai menjadi sebuah kebiasaan atau malah adat bagi para artis Indonesia. Mereka selalu beralasan, “Kami sudah tidak cocok lagi.” Tapi ujung-ujungnya beberapa bulan kemudian, ketahuan kalau ada pihak ketiga. Padahal awalnya mereka berkilah, “Tidak ada pihak ketiga. Kami sudah berusaha. Tidak bisa dipaksakan lagi. Kami lebih memikirkan anak-anak.” Ah, selalu saja anak-anak yang mereka jadikan alasan. Padahal sebenarnya anak-anak adalah pihak yang paling dirugikan. Korban. Pada akhirnya mereka akan bilang, “Si dia lebih ngertiin aku.” Selalu saja mengedepankan ego sendiri. Mereka lupa anak-anak mereka. Mereka sudah lupa bagaimana malu itu. Ujung-ujungnya, Kami juga manusia.

Keempat, siapa lagi kalau bukan pemerintah. Mereka bisa dibilang mencintai pekerjaan mereka. Apapun mereka lakukan untuk tetap mempertahankan posisi yang sudah mereka dapatkan. Apapun. Bahkan ketika jelas-jelas mereka terbukti korupsi. Mereka akan tetap bersikukuh membela diri. “Saya tidak pernah korupsi. Saya tidak mengenal dia. Bertemu saja tidak pernah.” Dan kilahan-kilahan yang sudah akrab kita dengar. Sekarang saya bisa mengambil kesimpulan bahwa mereka bukannya mencintai pekerjaan mereka. Tetapi mencintai sampingannya, yakni KORUPSI. Mereka cinta mati pada korupsi. Mereka dibutakan oleh cinta pada korupsi. Sehingga, logika mereka melemah dan lupa akan tanggung jawabnya melayani dan mengayomi rakyat. Mungkin itu dampak ketika mereka kecil. Orangtua mereka selalu menuruti apa yang mereka inginkan. Selalu mengabulkan apa yang mereka mau.

Yah, paling tidak masih ada beberapa orang yang mempunyai rasa cinta yang normal. Meskipun tidak sebanyak atau selaris cinta buta yang melemahkan logika.

Tags: , , , , ,